Dor! Suara letusan senjata api milik anggota Polres Bengkalis, Riau tiba-tiba bersarang di kepala Ilsa Flora Sintia (10). Saat itu juga bocah tak berdosa ini tewas. Ilsa merupakan anak kedua dari pasangan suami istri Al Hilal (33) dan Ira Susanti (30) warga Desa Mandiri, Kec Mandau Kab Bengkalis, Riau. Nyawa Ilsa tak tertolong lagi walau sempat dilarikan ke rumah sakit di kampungnya. Ilsa juga sempat dirujuk ke RS Awal Bros di Pekanbaru. Namun orang tua bocah menyebut bahwa buah hatinya tewas sesaat peluru Polri menerobos kepala Ilsa. Peristiwa yang memilukan ini terjadi karena kelalaian anggota Polres Bengkalis. Sore itu, Sabtu (15/08/2009), tim reskrim yang datang ke desa itu akan menangkap pencuri sepeda motor. Kedatangan polisi tanpa sepengetahuan warga. Malah warga sempat menegur, namun anggota jajaran Polda Riau ini tidak menggubrisnya. Anggota polisi di bawah pimpinan Kapolres Bengkalis, AKBP Marudut Hutabarat ini menolak berdialog. Mereka kemudian memburu tersangka curanmor bernama Suwarno. Perburuan yang dilakukan Buser ini pun rupanya gagal. Sang pencuri berhasil mengelabui polisi. Karena yang diburu kabur, lantas salah seorang anggota polisi meletuskan senjata api ke arah tersangka pencuri tersebut. Sayangnya, peluru yang ditembakkan itu bukan mengenai sasarannya. Tapi timah panas itu justru mengenai kepala Ilsa yang sore itu tengah bercanda dengan sang Ibu. “Buat apa dia letuskan senjata kalau pelakunya sudah melarikan diri di balik rumah-rumah penduduk. Akibatnya bocah yang tak berdosa jadi korbannya,” celetuk warga dalam perbincangan kepada detikcom, Minggu (16/08/2009). Sedangkan orang tua korban, mengharapkan polisi yang telah membunuh anaknya itu mendapat hukuman seberat mungkin. Polisi itu harus dipecat dari keanggotaannya sekaligus menerima hukuman yang setimpal. “Saya berharap pelakunya dapat hukuman seberat mungkin sebagaimana beratnya beban yang kami rasakan ini. Janganlah dibela-bela kalau memang ada anggota yang melakukan kesalahan yang mengakibatkan nyawa anak kami melayang,” kata Al Hilal orangtua Ilsa dengan isak tangis saat dihubungi wartawan. Kasus ini, masih dalam penyelidikan Polres Bengkalis. Belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian tentang penanganan terhadap pelaku.
Tulisan terkirim dikaitan (tagged) ‘meninggal’
Salah Sasaran, Bocah Tewas Kena Peluru Polisi
Posted by Tengku Fahri pada 17 Agustus 2009
Ditulis dalam berita, Nasional, news | Bertanda: berita, bocah, ceroboh, informasi, meninggal, Nasional, peluru, polisi, salah, sasaran, tewas | Tinggalkan sebuah Komentar »
Polisi Pastikan Teroris Temanggung Ibrohim
Posted by Tengku Fahri pada 12 Agustus 2009
Mabes Polri mengungkapkan jenazah yang ditemukan di Tempat Kejadian Perkara (TKP), Temanggung, Jawa Tengah, saat penggerebekan yang dilakukan tim densus 88 pada Sabtu 8 Agustus lalu adalah Ibrohim.
“Setelah sampel dibandingkan dengan keluarga (Noordin) di Johor Baru. Kemudian dibandingkan dengan Cilacap, dan Klaten tidak cocok,” kata Kepala Disaster Victim Identification (DVI), Eddy Suprawoto, seperti dilansir VIVAnews.com, Rabu (12/8/2009).
Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Nanan Soekarna buka-bukaan soal teroris ini di lantai 3, RS Polri Soekanto, Kramatjati, Jakarta, Rabu 12 Agustus 2009. Menurut Nanan, dalam mengungkap bom di JW Marriott dan Ritz Carlton, polisi telah menangani 8 tersangka dan 4-5 orang yang masih dalam pencarian.
Delapan orang itu adalah Amir Abdillah, Dani dan Nana sebagai bomber, Ibrohim, Air Setiawan dan Eko ‘Peyang , Aris Sutanto, Indra. “Ini delapan yang sudah ditangani kepolisian,” kata Nanan.
Rabu, 12 August 2009 09:42 WIB
1. Dani Dwi Permana (18) alamat RT 07 RW 10 Candraloka Perumahan Telaga Kahuripan Bogor. Peran, sebagai bomber Hotel JW Marriott.
2. Nana Ikhwan Maulana (28), alamat Pandeglang, Banten. Pelaku Bom bunuh diri di Hotel Ritz Carlton.
3. Ibrohim alias Boim (37), alamat Jakarta, sebagai pelaku yang memiliki peran yang sangat dominan di dua TKP di Mega Kuningan. Ibrohim tewas dalam penggerebekan di Temanggung.
4. Amir Abdillah, ditangkap di Jakarta Utara. Perannya sebagai penjaga rumah (safehouse) di Jatiasih.
5. Aher Setiawan (28), alamat Solo, Jawa Tengah. Terlibat juga dalam kasus bom Kedubes Australia 2005, sebagai pembuat bom. Tertembak mati di TKP Jatiasih, Bekasi.
6. Eko Joko Santoso alias Eko peyang (27), alamat Solo, Jawa Tengah sebagai perakit bom, tertembak mati di TKP Jatiasih, Bekasi
7. Aris dari desa Beji, Kecamatan Kedu, Temanggung. Peran, sebagai kurir persembunyian Noordin M Top dan Boim.
8. Hendra dari Desa Beji, Kecamatan Kedu, Temanggung sebagai kurir persembunyian Noordin M Top dan Boim.
9. Noordin M Top, sebagai mastermind dari serangkaian bom tersebut.
10. Dua pelaku lainnya yang saat ini masih dilacak keberadaannya dan memiliki peran penting dalam serangkaian bom tersebut. Akan diumumkan kemudian.
Siapa dua orang tersangka itu? Juru Bicara Polri, Inspektur Jenderal Nanan Soekarna tak mau mengungkap. “Saya tak bisa ungkap kedua orang tersebut,” kata Nanan.
Demikian pula dengan pendanaan aksi teror Jumat kelabu, 17 Juli 2009. Nanan tak memberi jawaban.
Penyelidikan dan penyidikan kasus ini masih terus berlanjut dan diharapkan dapat mengungkap tuntas jaringan teror Noordin M Top.
Ditulis dalam berita, hot news, internasional, Nasional | Bertanda: berita, bom, fakta, M. Top, mayat, meninggal, Nasional, Noordin, teroris, tewas | Tinggalkan sebuah Komentar »
Kematian-Kematian yang Aneh
Posted by Tengku Fahri pada 7 Agustus 2009
Kematian Bisa datang kapan aja dan dmna aja..
ni bberapa crita ttg kmatian, cara mati yang dsengaja, atau banyak hal yg gk diinginkan. bisa aja terjadi…………….
———————————————————————————————–
Meninggal karena berniat menggapai bayangan bulan di air
Penyair Cina Li Po (abad VII-VIII Masehi) merupakan penyair terkenal yang gemar mabuk-mabukan. Suatu saat ia sedang mabuk waktu naik perahu melewati sungai Yangtze. Ia melihat bayangan bulan di air. Karena mabuk, ia berusaha menggapai bayangan itu untuk memeluknya, namun gagal. Alhasil ia jatuh ke air dan tenggelam.
Meninggal karena janggut
Hans Steininger merupakan orang Austria yang terkenal karena janggutnya yang terpanjang di dunia. Panjangnya sekitar 140 cm. Pada suatu hari di tahun 1567, terjadi kebakaran yang mengharuskan semua orang lari. Beliau lupa mengikat janggutnya yang panjang. Karena terburu-buru, ia menginjak janggutnya sendiri dan terjatuh. Lehernya patah dan ia pun tewas seketika.
Meninggal karena menahan buang air kecil
Tycho Brahe (1546-1601) adalah seorang ahli astronomi. Pada tahun 1601, ia sedang menghadiri jamuan makan besar yang sangat lama, di Praha (sekarang Ceko). Adat pada masa itu meyakini bahwa kabur di tengah jamuan makan, termasuk untuk buang air, adalah sangat tidak sopan. Akibatnya beliau terpaksa menahan buang air kecil selama jamuan. Kandung kemihnya melebar sampai ambang batas, dan terjadilah infeksi (sistitis) yang fatal. Beliau meninggal 11 hari kemudian.
Meninggal karena tongkat konduktor
Jean Baptiste Lully merupakan konduktor yang memimpin orkestra pada perayaan kesembuhan Louis XIV dari sakitnya pada tahun 1687. Karena terlalu bersemangat, ia menjatuhkan tongkat konduktor tepat pada ibu jari Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam internasional, serba serbi, unik | Bertanda: aneh, kematian, meninggal, tewas, unik | 2 Komentar »









