aiCobain

Kapolri Ragu Mayat Noordin

Posted by Tengku Fahri pada 10 Agustus 2009

14:44 | Sunday, 9 August 2009

Sempat Minta Tolong saat Dikepung Densus

TEMANGGUNG-Tersangka teroris yang tewas dalam penggerebekan di Temanggung masih misterius. Pengamat intelijen Dynno Chressbon meyakini tersangka teroris yang tewas dalam penggerebekan itu bukan Noordin M Top. Bahkan, Kapolri Bambang Hendarso Danuri (BHD) juga belum bisa memastikan yang tewas adalah Noordin M Top.

Hal ini bisa dilihat dari bentuk wajah dan grafis yang berbeda dengan grafis sketsa yang disebar dan dipublikasikan oleh kepolisian. “Karakteristik wajah nya berbeda. Sosoknya seperti orang Jawa,” kata Dynno, Sabtu (8/8) sore.
Dynno meyakini hal ini karena telah menyaksikan foto korban tewas tersebut dari sumber di kepolisian. “Kalau mau pastinya kita tunggu pemeriksaan DNA,” kata Dynno yang juga Direktur Lembaga Studi Intelijen dan Keamanan Nasional (SIKNAL).

Kabareskrim Mabes Polri Komjen Susno Duaji juga menyatakan, pihaknya tak mau buru-buru menyimpulkan bahwa jenazah korban tewas adalah Noordinn
Pihaknya masih menunggu tes DNA.

Tes darah ini akan dicocokkan dengan sejumlah keluarga seperti istrinya Arina Rahma dan dua anaknya. Arina disebut-sebut istri Noordin yang dinikahi pada 2005.

Dynno juga menyatakan bahwa tersangka teroris yang tewas di Temanggung hanya satu orang. “Kalau ada berita yang tewas dua, itu tak benar. Hanya satu,” ujarnya.

Jika ternyata jenazah teroris yang tewas tersebut bukanlah Noordin M Top, lantas berada di mana dia sekarang? Muncul kemungkinan Noordin memilih bersembunyi di kawasan pantai utara (pantura) Jawa. “Dia tetap memilih tempat aman di jalur pantura, tepatnya di perbatasan Jateng dan Jabar,” ujar Dynno.

Dikatakan dia, wilayah pantura membuat Noordin dengan mudah mendapat akses langsung ke basisnya. Lewat jalur laut, Noordin bisa langsung mengakses basisnya di Banten dan kemudian dari situ dia bisa langsung ke basis di Lampung. Sedangkan lewat jalur darat, lanjut Dynno, Noordin bisa melalui jalur selatan untuk menuju ke basisnya di Yogya. “Itu menurut dia jalur paling aman, karena ada ratusan eks-Mujahidin Afghanistan di jalur itu,” kata Dynno yang dekat dengan tim antiteror ini.

Polisi masih menyimpan rapat siapa tersangka teroris yang tewas di Temanggung, Jawa Tengah. Tersangka itu mengalami luka serius di kepala akibat ledakan bom yang dilemparkan polisi. Kepalanya terbelah. “Terbelah di belakang kepala sampai depan jidat,” kata Dynno.

Secara fisik, ujar Dynno, jenazah memiliki dagu lebih lonjong jika dibandingkan sketsa wajah Noordin yang disebar polisi. Wajahnya tirus. “Penampilan secara fisik memakai kaos oblong warna coklat dan kalung,” ujar Dynno yang dekat dengan tim antiteror ini.

Bahkan, Jenderal Polisi Bambang Hendarso Danuri (BHD) belum juga bisa memastikan tersangka teroris yang tewas di rumah Mohzahri di Beji, Kedu, Temanggung, Jawa Tengah, adalah Noordin M Top. “Kita belum bisa memastikan siapa yang bersangkutan karena semua harus dipertanggungjawabkan secara yuridis,” kata BHD dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, kemarin.

BHD mengatakan, Polri baru akan mengumumkan siapa teroris yang tewas di Temanggung setelah melakukan tes DNA. “Nanti kalau sudah ada hasilnya kita baru akan umumkan,” kata BHD.

Namun, Kapolri mengucapkan syukur penggerebekan dan pengepungan di Temanggung dan Jatiasih Bekasi telah selesai. Jenazah dua orang dari Jatiasih dan satu orang dari Temanggung telah dibawa ke RS Polri Jakarta. “Karena apapun, kita harus pertanggungjawabkan secara yuridis, siapa yang bersangkutan,” ujarnya lagi.

Dalam pengepungan hampir 18 jam itu, berlangsung sangat mencekam. Sempat terjadi tembak-menembak antara kelompok teroris dengan tim detasemen.
Di rumah Mohzahri, seorang warga Beji, pria yang sampai saat ini disebut-sebut sebagai Noordin itu tak lagi bisa keluar dari kepungan. Saat diberondong tembakan dan ledakan bertubi-tubi, ia bertahan di dalam rumah. Posisi Noordin ketika dipastikan tewas berada di sekitar kamar mandi dan dikeluarkan dari pintu belakang.

Tampak rasa lega anggota tim detasemen begitu melihat sasaran terkulai. Mereka hampir tidak tidur sehari semalam. Senjata laras panjang yang biasa disorongkan ke depan, sekarang disanggulkan ke pundak. Di antara mereka ada yang meluapkan rasa puasnya dengan ‘salam tos’.

Tim detasemen masuk ke rumah Mohzahri, dengan membawa tiga kantong mayat. Dua kantong berisi jenazah dan satu kantong kosong. Belum diketahui, mayat siapa yang dibawa tersebut.  Tiga ambulans juga merapat ke lokasi sergapan.

Hasil keseluruhan operasi Detasemen Khusus 88, menangkap lima orang. Dua ditangkap di bengkel sepeda Pasar Kedu, yaitu Aris (32) dan Hendra (38), lalu Mohzahri. Lalu, dua orang lagi yang tertembak di ladang jagung ketika hendak kabur. Keduanya belum diketahui identitasnya.

Teriakan Minta Tolong
Saat penggerebekan, di dalam rumah itu memang hanya ada Noordin seorang diri karena Mohzahri dan dua keponakannya, Arif dan adiknya, Hendra sudah ditangkap sehari sebelumnya oleh polisi.

Anggota Densus itu mengatakan, pria di dalam rumah sebenarnya sempat berteriak minta tolong ketika petugas Densus meledakkan kamar sisi kanan rumah. Akan tetapi, polisi tidak menghiraukan teriakan itu. Polisi bahkan terus memberondongkan peluru karena khawatir teriakan minta tolong itu sebagai jebakan.

Akibat berondongan itu, melarikan diri ke kamar mandi di sisi belakang rumah. Sekitar pukul 07.50, polisi kembali meledakkan bom yang diletakkan di samping kanan rumah. Ini dilakukan untuk membuka ruang gerak bagi para penembak.

Saat itu, posisi penghuni rumah makin terjepit, terlebih setelah tembok yang memisahkan antara ruang tengah dan kamar sisi kanan juga jebol sama sekali. Pria yang disangka Noordin akhirnya ditemukan tewas tertembus peluru saat bersembunyi di dalam kamar mandi.

Saat ditemukan, ada sebuah bom tergeletak di samping mayat. “Di sebelahnya ada sebuah bom yang tidak meledak,” kata Kapolri.
Bambang memastikan, seusai menghujani rumah Mohzahri dengan peluru, polisi hanya menemukan satu jenazah.

Penyergapan itu, dia menambahkan, didasarkan pada hasil interogasi polisi terhadap Indra dan Aris yang ditangkap di Pasar Parakan Temanggung kemarin. “Kita interogasi. Mereka bilang, orang itu (Noordin) ada di sana,” kata Bambang.

Polisi lantas mengepung rumah Mohzahri tak lama setelah memperoleh informasi dan menghujani rumah dengan peluru hingga pagi tadi. “Kenapa kita nggak tangkap sore?” kata Bambang. “Berdasarkan pengalaman saat penyergapan Dr Azhari, di tubuhnya ada bom.”

Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin mengaku belum yakin teroris nomor wahid itu telah tewas.

Namun Din berharap tewasnya teroris itu dapat mengurangi aksi terorisme di Indonesia. “Karena kita belum dapat konfirmasi kepastian baik dari sudut DNA, keterangan keluarga yang menegaskan bahwa itu Noordin,” kata Din saat menghadiri Milad ke 95 Aisyiyah di Asrama Haji Sukolilo Surabaya, Sabtu (8/8).

Meski tidak yakin, Din berharap teroris yang tewas tersebut adalah Noordin M Top. “Dengan harapan aksi teroris berkurang dan hilang di tanah air. Karena selama ini, Indonesia menjadi sasaran aksi teroris, dan ini menjadi kerugian bagi bangsa. Termasuk Islam karena para teroris merusak citra Islam,” lanjutnya.
Din menegaskan, Islam tidak mentolelir pembunuhan terhadap orang-orang yang tidak berdosa. Karena itu, perlu kebersamaan semua elemen termasuk pemerintah, tokoh masyarakat, tokoh agama dengan menggunakan fungsi masing-masing.

sumber

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: