aiCobain

M.Top adalah Tokoh Fiktif ??

Posted by Tengku Fahri pada 11 Agustus 2009

———————————-

Jangan-jangan Noordin Ikut Nonton Penyerbuan

10:56 | Tuesday, 11 August 2009

DIKAWAL KETAT: Anggota Densus 88 mengawal ketat seorang yang ditangkap di Temanggung untuk dipindahkan ke tahanan Markas Brimob di Kelapa Dua Jakarta, Senin (10/8). Pria ini ditangkap sebelum penggerebekan rumah di Beji, Kecamatan Kedu, Temanggung, Jawa Tengah. //AFP PHOTO / RAFI

Hasil Sidik Jari Negatif

JAKARTA-Ada dugaan kuat, gembong teroris Noordin M Top sebenarnya tidak ada, alias fiktif. Itulah sebabnya, hingga saat ini Noordin yang disebut-sebut digerebek di sebuah rumah di Temanggung pada akhir pekan lalu, hingga saat ini belum juga tertangkap.

Kriminolog dari Universitas Indonesia (UI) Erlangga Masdianan
malah tertawa saat ditanya di tempat seperti apa buronan sekaliber Noordin biasanya sembunyi. Apakah justru Noordin ikut menonton aksi penggerebekan di Temanggung itu? “Saya tidak bisa menjawab pertanyaan seperti itu. Karena saya tidak tahu, sebenarnya Noordin M Top itu ada atau nggak. Jangan-jangan, Noordin itu hanyalah tokoh fiktif,” ujar Erlangga Masdiana
saat dihubungi wartawan koran ini di Jakarta, Senin (10/8).

Erlangga menjelaskan, ada dua jenis aksi terorisme, yakni terorisme murni dan terorisme yang bermuatan politis. Jenis terorisme yang bermuatan politis sangat sulit dideteksi siapa sebenarnya dalang pelakunya. Pasalnya, siapa sesungguhnya aktor aksi pengeboman yang dimainkan kelompok politik tertentu, sangat tergantung dari konteks situasi politik yang sedang terjadi.
“Biasanya aksi terorisme yang bermuatan politik sebagai bagian dari upaya manajemen pengalihan isu,” ujarnya. Hanya saja, dia tidak mau menduga-duga apakah aksi teror yang berlangsung di JW Marriot dan Ritz Carlton pada 17 Juli 2009 lalu berkaitan dengan pengalihan isu seputar sengketa perhitungan suara pilpres. “Karena saya bukan ahli politik,” kilahnya.

Dijelaskan Erlangga, jenis aksi teroris murni biasanya dimainkan dengan tingkat kecanggihan yang tinggi, termasuk target pengeboman juga bukan sembarangan. Aksi teror yang murni merupakan bentuk gerakan radikal, yang merupakan simbol perlawanan terhadap situasi ketidakadilan yang ada. Dalam konteks sekarang, aksi teror yang murni diarahkan untuk melawan arogansi Amerika Serikat.

“Jadi, sasaran aksi teroris murni itu bersifat global, yakni AS dan para sekutunya, termasuk Inggris dan Australia. Pertanyaan saya, apakah JW Marriott dan Ritz Carlton merepresentasikan kekuatan AS dan sekutunya itu? Saya kira kedua sasaran itu terlalu kecil untuk bisa merepresentasikan kekuatan AS,” ucap Erlangga.

Dengan demikian, apakah dalang dari aksi teror bermuatan politik berhasil mencapai tujuannya, terlihat dari pemberitaan media massa terutama sebuah TV swasta yang gencar memberitakan aksi penggerebekan di Temanggung itu? Erlangga tidak menjawab tegas. Dia hanya menyebutkan, pemberitaan dari sebuah TV swasta terhadap penggerebakan itu menunjukkan TV tersebut lebih menonjolkan fungsi entertaiment-nya, dibanding fungsi kontrol dan pendidikan kepada masyarakat. “Masyarakat tidak diajari adanya kemungkinan-kemungkinan lain di balik aksi penggerebekan itu,” ulasnya.

Kabar terbaru mengenai identitas jasad pria misterius yang diduga gembong teroris yang paling dicari di Indonesia, Noordin M Top, kembali datang dari seorang sumber di kepolisian. The Australian, melansir berita dari kantor berita Perancis AFP, mengatakan, berdasarkan analisis sidik jari yang dilakukan pihak kepolisian, jasad tersebut bukanlah Noordin.

“Itu (jasad) bukan Noordin. Kami mengetahuinya dari struktur wajah dan juga sidik jari,” tutur seorang sumber yang terlibat dalam proses pemeriksaan kepada AFP, Senin (10/8). Sumber tersebut menambahkan, “Kami terus menelusuri keberadaannya.”
Sementara itu, Wakil Kabid Humas Markas Besar Polri Brigjen Sulistyo mengatakan belum dapat memastikan. “Kita tunggu saja hasil tes DNA resmi dari kepolisian,” ujarnya.

Sejumlah pihak memang menyanksikan tersangka teroris yang tewas dalam penggerebekan di Temanggung, Jawa Tengah adalah Noordin M Top. Apalagi setelah foto yang beredar diduga kuat palsu. Keluarga Noordin di Johor, Malaysia pun berpikiran sama.

“Kalau keterangan dari keluarga, mereka yakin yang di foto itu bukan Noordin,” kata juru bicara keluarga Noordin M Top, Badarudin Ismail, Senin (10/8). Badarudin mengatakan, istri Noordin, Rahmah sangat yakin foto yang beredar tersebut bukan suaminya. Hal itu didasarkan pada struktur wajah yang berbeda. “Dari mukanya lain dengan Noordin,” katanya.

Wajah pria di foto yang beradar di internet tersebut memang sangat berbeda dengan wajah Noordin yang selama ini dirilis kepolisian. Di gambar yang disebar polisi, Noordin memiliki wajah yang agak bulat, sedangkan laki-laki di foto berwajah tirus dan berstruktur tegas. Selain itu, badan laki-laki di foto tersebut juga cenderung kurus. Sangat berbeda dengan Noordin yang berbadan tegap.

Keyakinan bahwa foto itu bukan Noordin semakin kuat ketika sumber menyebut, foto tersebut adalah mahasiswa Gorontalo yang bunuh diri. Foto itu telah beredar di internet sejak pertengahan Juli 2009.

Selama 18 jam penggerebekan di Temanggung, Jawa Tengah, tersangka teroris beberapa kali membalas tembakan polisi. Dari perilaku itu, keluarga buron paling dicari itu yakin orang yang dikepung saat itu bukanlah Noordin M Top.
“Noordin itu orangnya sangat lembut, dia tidak akan menembak,” kata juru bicara keluarga Noordin M Top, Badarudin Ismail, kemarin.
Menurut Badarudin, jika orang tersebut benar-benar Noordin, maka pengepungan tidak akan selama itu. Jika polisi sudah mengatakan dirinya sudah terkepung, seorang Noordin akan mau berunding.

“Dia itu orangnya penyabar dan mau berunding, dia tidak akan membalas tembakan polisi kalau sudah terkepung,” kata Badarudin. Menurut Badarudin, ciri-ciri fisik Noordin memang mirip dengan apa yang dilansir polisi. Badarudin tidak mengetahui persis ciri-ciri fisik khas yang ada di dalam diri Noordin, namun Noordin memang memiliki wajah yang sedikit bulat, berbadan tegap dan besar, dan berkulit putih.
“Orangnya sangat berwibara. Kulitnya dulu putih tapi ya tidak tahu kalau dia selama ini di kebun jadi hitam,” katanya.

Satu kisah penggerebekan yang aneh adalah suara tersangka teroris yang menjawab pertanyaan polisi bahwa namanya Noordin M Top. Polisi membenarkan mendengar suara itu. “Iya ada. Kan begini, dari Aris dan Indra (keponakan Mohzahri alias Djahri yang rumahnya digerebek, Red) menyatakan dia ada di dalam (rumah). Lalu ada yang menyatakan (saat penggerebekan), ya saya Noordin Top,” kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Nanan Soekarna, kemarin.

Meski demikian, kata Nanan, kepolisian tidak serta merta yakin itu Noordin. Sebab, ada mekanisme yang harus dilaksanakan. “Tetapi, dengan begitu tidak lantas betul-betul Noordin Top. Ada proses yang harus dilaksanakan. Tolong masyarakat jangan dibuat bingung dengan pemberitan yang belum pasti,” ujarnya.

Ketika ditanya seputar berita yang menyebutkan di dalam rumah Mohzahri alias Djahri ada 3-4 orang saat penggerebekan, Nanan menjawab informasi seperti itu bisa saja terjadi. “Informasi boleh saja. Ternyata di dalam cuma 1 orang saja,” kata Nanan.

Ada juga yang meyakini bila jasad itu mertua Noordin, Baridin. Namun ada juga yang menyebut bila jasad itu Ibrohim. Informasi yang dikumpulkan dari sejumlah sumber di kepolisian juga meyakini bila teroris itu sebagai Baridin. Melihat dari bentuk wajahnya, diyakini dia adalah Baridin.

“Ciri-cirinya mirip Baridin, tapi tunggu saja nanti hasil DNA,” jelas sumber di kepolisian yang enggan disebutkan namanya, saat ditemui di Jakarta.
Baridin, dikenal sebagai mertua Noordin M Top. Putrinya Arina dinikahi Noordin di Cilacap, Jawa Tengah pada 2006 lalu. Baridin menghilang bersama Noordin ketika polisi melakukan operasi di Cilacap pada Juni 2009.
Namun, meski belum mengeluarkan pernyataan definitif tentang identitas lelaki itu, polisi meyakini dialah orang yang paling dicari selama ini. Keyakinan ini bukan tanpa alasan.

“Kami sudah mengintai orang itu selama satu minggu. Kami ikuti ke mana pun dia pergi. Kami potret, bahkan kami tahu dia itu makan di mana. Kami juga tahu dia sempat tidur di kuburan,” ujar seorang sumber di kepolisian.
Menurut dia, Densus 88 mendapatkan jejak Noordin melalui pelacakan komunikasi elektronik. Selama ini, Noordin tidak pernah menggunakan telepon seluler. Komunikasi dilakukan oleh orang kepercayaannya.

“Kurir Noordin yang menjadi penghubung komunikasi adalah Arif (Indra Arif Hermawan). Arif (24) ditangkap lebih dulu sebelum polisi mengepung rumah di Temanggung,” ungkapnya.

Belum Mampir ke Temanggung
Setelah penggerebekan, Polri  menyebarkan anggota di setiap kota di timur Temanggung hingga ke Jawa Timur. Sejumlah kota menjadi base camp. Namun, yang paling utama adalah Jogjakarta. Sejumlah tim pemburu teroris bermarkas di Kota Gudeg tersebut.

Sumber Jawa Pos mengatakan, Jogja menjadi markas karena terletak di tengah-tengah. “Menjangkau ke mana pun, di kota mana pun yang menjadi persembunyian Noordin bisa dekat,”  papar sumber tersebut. Menurut sumber itu, Noordin sebenarnya belum menginjakkan kaki di Temanggung. “Tapi masih di sekitar Jawa Tengah dan kota di Jawa Timur yang mendekati perbatasan Jawa Tengah seperti Ngawi,” ucapnya.

Di kota-kota itu, basis NII (Negara Islam Indonesia) masih cukup kuat. Salah satu indikasinya, putra Mas Slamet Kastari, teroris pelarian dari Singapura yang ditangkap Juni lalu di Indonesia, bersekolah di sebuah sekolah yang diduga berafiliasi ke NII di Salatiga.

Sumber tersebut menambahkan bahwa dari pelacakan polisi selama ini, Noordin memang kini tengah merapat di kelompok NII. “Terutama sejak pentolan-pentolan JI kami tangkapi semua. Satu-satunya tempat paling aman bagi Noordin adalah berlindung di balik ketiak orang-orang NII,” tutur sumber tersebut.

Persinggungan Dr Azhari dan Noordin dengan orang-orang NII sudah dimulai sejak di Poso. “Ketika itu, hubungannya masih sebatas sesama “berjuang” di Poso,” urainya. Kedekatan itu mudah terjadi karena NII memang tergolong “saudara tua” JI. Pada sekitar 1993, JI terbentuk dari orang-orang NII yang sudah tidak sepakat dengan bentuk negara, dengan alasan tak realistis, karena NII sudah gagal dalam perjuangannya. “Jadi, memang masih ada ikatan emosi yang kuat,” tambahnya.

Kerja sama terjalin lebih erat setelah Dr Azhari dan Noordin kembali ke Jawa. Ini terlihat dari peristiwa Bom Marriott 2003 dan Bom Kedutaan Australia 2004. Heri Golun, sopir sekaligus pengebom bunuh diri, adalah orang NII. Begitu pula Rois, otak pengeboman yang kemudian ditangkap tersebut, adalah orang NII. Seiring dengan semakin habisnya  (karena pentolan terus ditangkapi, Red) JI, Noordin kemudian semakin merapat ke NII.

Untuk itu, Noordin membawa faksinya di JI yang masih setia dengannya untuk membentuk jaringan baru berdasar  orang-orang muda NII. Pilihan itu cukup rasional. Sebab, semua yang dibutuhkan Noordin bisa “dipenuhi” oleh NII. Perekrutan kader muda yang terus-menerus dan fikih jihad yang nyaris sama membuat Noordin tak sulit untuk mendapat pengikut.

Dengan sifat perekrutan NII yang sangat tertutup, banyak anggota baru yang telah dibaiat langsung memutus hubungan keluarga. “Di Jogja dan Jawa Tengah, sering orang tua yang mengeluh, tiba-tiba anaknya menghilang,” tambahnya.
Menghilang berarti tak bisa dihubungi. Hanya si anak yang kemudian sesekali menghubungi keluarga untuk mengabarkan dirinya baik-baik saja. “Biasanya terjadi di kalangan mahasiswa. Si anak merantau menempuh pendidikan dan tiba-tiba kemudian sudah bergabung dengan kelompok itu (NII, Red). Ini sering terjadi,” tambahnya.

Dengan pola perekrutan seperti itu, tentu saja Noordin seperti mendapat “bahan bakar” yang tidak pernah habis. Dan polisi terus menerus kesulitan memetakan jaringan baru Noordin karena anggotanya yang terus-menerus baru. “Kini kami melebarkan seluas mungkin pantauan kami terhadap organisasi-organisasi yang terlihat “sevisi” dengan JI. Karena di situlah paling mungkin Noordin bersembunyi dan terus-menerus membentuk jaringan,” tambahnya.

Selain itu, sumber tersebut mengatakan bahwa di Jawa Timur, Noordin mempunyai jaringan yang bisa dimanfaatkan. “Kami kini telah mencurigai Nur Chandra alias Anton yang hingga kini belum tertangkap. Kami masih memetakan ke mana saja Nur Chandra pergi,”

sumber

5 Tanggapan to “M.Top adalah Tokoh Fiktif ??”

  1. mualaf said

    skenario yahudi untuk menjatuhkan image orang islam..
    toh dalam islam ga pernah saya dapatkan harus menyakiti agama lain apalagi sampe membunuh sesama muslim..

  2. M TOF said

    yang dipentingin tu bukan KRInya…

    tapi islamnya….

    negara qt bukan negara islam boss….

    makanya Allah ngasih bencana kpd negara qt……

  3. untungds said

    Noordin m top atau bukan noordin m top yang penting apabila ternyata hianat kepada negara KRI harus ditumpaskan

  4. Pertamax………..moga Polisi cepet kasih klarifikasi biar gak banyak spekulasi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: