aiCobain

[Medan] Heboh, Bayi Badan ‘Kayu’ Warga Bacakan Al Quran

Posted by Tengku Fahri pada 15 Agustus 2009

MEDAN-Peristiwa dirasa aneh kemarin menghebohkan Kampung Nelayan Indah, Belawan. Seorang bayi buah hati suami isteri di kampung itu, ditemukan bertubuh keras bak kayu.

Abdul Aziz (foto), bayi enam bulan itu, anak kedua pasangan Zainal Abidin Saragih (37) dan Khairani br Nasution (30). Ceritanya, sepekan terakhir ini, Abdul mengalami penyakit aneh. Aneh karena asal disentuh, tubuh bayi itu sekeras kayu. Tragisnya, sehari dirawat di RS Pirngadi Medan, kondisi Abdul malah semakin parah. Pun begitu, hingga kemarin dia dilaporkan belum diperiksa tim medis di sana.

Amatan POSMETRO MEDAN, Abdul terbaring lemah di ruang III Anak RS Pirngadi. Slang infus menjalar di tangan mungilnya. Wajahnya terlihat bengkak. Perutnya buncit, tapi mengkilat dan keras asal disentuh. Begitu juga kaki dan tangannya. Alat kelaminnya juga turut membengkak.

Menurut ibunya, Khairani alias Rani, sudah 6 hari bungsu 2 bersaudara ini mengalami kritis. Rani sendiri tidak tahu mengapa anaknya tiba-tiba saja bernasib aneh begitu.

Menurutnya, selama ini anaknya itu sehat-sehat saja. Saat lahir pun normal. Memang, lanjut Rani, Abdul berhenti minum ASI sejak berumur 2 bulan. “Nggak sampai dua bulan dia minum ASI. Cemana la, susuku nggak ada, kering,”tutur Rani.

Sejak tak meminumk ASI, Rani memberi makan bayinya itu dengan tepung beras yang dibuat sendiri. Katanya, beras direndam kemudian dijemur. Setelah kering, kemudian diblender hingga menjadi tepung. Tepung itu nantinya digongseng kemudian dimasak dengan sedikit garam dan air hingga menjadi bubur. “Aku lihat kawanku ngasih anaknya makan itu. Sehat kali anaknya, badannya gemuk,” ujar Rani.

Namun seminggu lalu, Abdul demam. Rani, ibu warga Kampung Nelayan Indah ini lalu ini membawa bayinya ke sebuah klinik di Belawan. Setelah diberi obat dari klinik itu, demam dan diare Abdul sembuh. Ia pun kemudian dimandikan oleh ibunya. Tapi begitu selesai dimandikan, tiba-tiba saja tubuhnya menjadi keras dan kaku.

“Badannya kaku macam mayat,”ucap Rani bergetar. Melihat tubuh bayinya seperti jenazah, spontan Rani bingung. Begitu juga sejumlah tetangganya. Saking bingungnya, warga di sana lalu beramai-ramai membacakan ayat-ayat suci Al-qur’an untuk bayi itu.

Besoknya, atau Kamis (6/8) malam lalu sekira pukul 20, Rani pun membawa bayinya ke RS Mitra Medika di Jl. Yos Sudarso, Medan. Dokter di sana lalu mengatakan bayinya mengalami infeksi. “Katanya infeksi tapi nggak tahu ntah infeksi apa,” Rani makin bingung. Di rumah sakit swasta itu, Abdul dirawat di ruang ICU selama lima hari. Meski berstatus pasien Jamkesmas, namun karena tidak semua obat ditanggung pihak rumah sakit, Abdul akhirnya dirujuk ke RS Pirngadi Medan.

Tiba di RS Pirngadi pada Rabu (12/8) siang lalu, Abdul lalu dirawat di ruang III Anak. Saat berada di RS. Mitra Medika, hanya bagian kaki dan tangan Abdul yang keras. Sedang perutnya hanya sedikit bengkak. Tapi sehari dirawat di RS Pirngadi, perut Abdul semakin kembang dan mengkilat. Mukanya juga bengkak. Begitu juga kelaminnya.

Namun hingga kemarin sore, orang tuanya mengaku Abdul belum diperiksa tim medis RS Pirngadi. “Baru diinfus aja sama diambil darahnya. Tapi belum ada diperiksa dokter, cuma perawat aja,” kata Rani. Karena itu, Rani mengaku kecewa dengan kinerja dokter di Pirngadi.

“Nggak taulah, mereka pikir anak saya cuma sakit demam biasa mungkin. Padahal lihatlah sendiri, sakit apapun anakku aku nggak tahu,” urainya. Rani khawatir, jika tidak segera diperiksa, kondisi bayinya akan bertambah parah.

Dihubungi terpisah, dr. Terapul SpA (K), seorang dokter anak, mengaku bayi tidak boleh diberi makanan lain selain ASI mulai dari lahir hingga berumur 6 bulan. Setelah itu barulah anak dapat diberi makanan lain yaitu bubur tepung susu. Jika bayi diberi makan selain ASI diusia yang masih 6 bulan sangat tidak baik untuk kesehatan. “Makanan seperti itu tidak dapat diterima oleh bayi. Saluran pencernaannya menjadi tidak sehat jika mengkonsumsi makanan seperti itu,”jelasnya.

Anehnya, drg Susyanto, Humas RS Pirngadi Medan, memberi keterangan berbeda dalam hitungan jam. Saat dihubungi kemarin malam, awalnya Susyanto mengaku Abdul menderita gizi buruk dan sudah dipindahkan ke Lantai VII. Namun dia tak tahu kenapa badan Abdul bisa mengeras seperti kayu. Karena itu dia berjanji akan mengecek langsung. Sejam kemudian, Susyanto malah bertanya kembali kepada POSMETRO MEDAN, “Apa memang ada dirawat di sini? Saya sudah tanya perawat tapi nggak ada. Coba nanti saya cek lagi,”ucapnya.

———————————–

Sehari Dirawat Akhirnya Meninggal

Sehari dirawat di RS Pirngadi Medan, Abdul Azis (foto), bayi 6 bulan yang terjangkit penyakit aneh hingga badannya mengeras bak kayu, meninggal dunia kemarin (14/8). Anehnya, Humas RS Pirngadi Medan, drg Susyanto, hingga kemarin malam belum tahu Azis -sapaan Abdul Azis- meninggal tapi dia memvonis anak bungsu pasangan Zainal Abidin Saragih dan Khairani br Nasution itu menderita gizi buruk.

Dari ruang III Anak, Abdul sempat dipindahkan ke ruang ICU lantai IV RS Pirngadi. “Dia kekurangan gizi makanya badan keras macam kayu,”ucap Susyanto. Namun dia belum mengetahui Azis meninggal dunia. “Saya belum tau, sebentar saya cek dulu ya,”ujarnya.

Menurut dokter spesialis anak, Dr. Sugyani, dia belum pernah mendapati kasus seperti yang dialami Azis. “Setahu saya, bayi baru lahir ada, itu pun karena infeksi. Tapi kalau ini saya gak pernah temui, apalagi umurnya udah 6 bulan. Sebaiknya tanya dokter yang menanganinya saja,”ujarnya.

Suasana duka masih terlihat di kediaman Ramli Nasution (48), di kawasan Jalan TM Makam Pahlawan, Lorong Bahagia, Lingkungan XXVI, Kelurahan Belawan I, Kecamatan Medan Belawan. Ramli, opung dari Abdul tak dapat menyembunyikan kesedihannya. Kemarin (14/8) saat POSMETRO MEDAN menyambangi kediamannya, pria bercucu dua itu mengatakan, Azis yang selama ini terlihat sehat tiba-tiba saja sakit. “Seminggu sebelum dinyatakan meninggal, Azis menderita mencret. Kami berusaha mengobatinya, tapi mencretnya tak sembuh juga,”ujar Ramli.

Oleh pihak keluarga, bungsu dari dua bersaudara itu di bawa ke RS Mitra Medika, empat hari lalu. “Saat itu badan dan kaki Azis masih lembek dan bisa di pegang, tidak keras kali,”aku Ramli. Empat hari kemudian, pihak rumah sakit mengatakan Azis menderita infeksi lambung, makanya perut dan badannya kek gitu.

Dua hari di RS tersebut, kondisi Azis tambah parah. Selain itu, kartu askin yang mereka gunakan ternyata tak ampuh. Pihak RS meminta biaya sebesar Rp 1.6 juta untuk membeli obat-obatan bagi penyakit yang di derita Azis. “Karena besarnya biaya yang harus di keluarkan, kami tidak sanggup. Dan belakangan pihak RS merujuk Azis ke RSU Pirngadi Medan,”jelas Ramli lagi. Sejak keluar dari RS Mitra Medika, kaki dan beberpa bagian tubuh Azis menunjukkan kelainan. Kaku dan terkesan keras.

Saat di RSU Pirngadi Medan, Azis dinyatakan menderita penyakit gizi buruk. Pihak keluarga sempat heran, padahal selama ini mereka sangat merawat dan memperhatikan kesehatan Azis. Dua hari di RSU Pirngadi Medan, keadaan Azis tambah parah dan belakangan pihak RS melarikannya ke ruang gawat darurat. Kamis (13/8) sekitar pukul 12 malam, Azis meninggal dunia.

Malam itu juga jenazah Azis anak pasangan Zainal Abidin Saragih (37) dan Khairani br Nasution (30) ke kediaman Ramli yang tak lain adalah orang tua Khairani. Sedangkan untuk ongkos ambulans RS, keluarga Ramli membayar ongkos sebesar Rp 220 ribu.

“Kami memang sengaja membawanya kemari, sebab di rumah orang tanya di kampung nelayan kedua orang tua Azis baru saja tinggal di sana,”ungkap Ramli. Keesokan harinya sekitar pukul 11 siang, jenazah Azis di kebumikan di pemakaman umum setempat. Iring-iringan warga dan keluarga mengiring kepergian Azis.

“Kami masih berduka dek, sedih kali melihatnya. Cucu kesayanganku itu meninggal dengan keadaan seperti ini. Tapi itu adalah kehendaknya dan kami menerimanya dan pasrah,”tandas Ramli.

Rani, ibunda Azis, memang mengakui Azis berhenti minum ASI sejak berumur 2 bulan. “Nggak sampai dua bulan dia minum ASI. Cemana la, susuku nggak ada, kering,”tutur Rani. Sejak tak meminumk ASI, Rani memberi makan bayinya itu dengan tepung beras yang dibuat sendiri. Katanya, beras direndam kemudian dijemur. Setelah kering, kemudian diblender hingga menjadi tepung. Tepung itu nantinya digongseng kemudian dimasak dengan sedikit garam dan air hingga menjadi bubur. “Aku lihat kawanku ngasih anaknya makan itu. Sehat kali anaknya, badannya gemuk,” ujar Rani.

Namun seminggu lalu, Abdul demam. Rani, ibu warga Kampung Nelayan Indah ini lalu ini membawa bayinya ke sebuah klinik di Belawan. Setelah diberi obat dari klinik itu, demam dan diare Abdul sembuh. Ia pun kemudian dimandikan oleh ibunya. Tapi begitu selesai dimandikan, tiba-tiba saja tubuhnya menjadi keras dan kaku.

“Badannya kaku macam mayat,”ucap Rani bergetar. Melihat tubuh bayinya seperti jenazah, spontan Rani bingung. Begitu juga sejumlah tetangganya. Saking bingungnya, warga di sana lalu beramai-ramai membacakan ayat-ayat suci Al-qur’an untuk bayi itu.

27 Tanggapan to “[Medan] Heboh, Bayi Badan ‘Kayu’ Warga Bacakan Al Quran”

  1. Heboh, Bayi Berbadan Kayu…

    Peristiwa dirasa aneh kemarin menghebohkan Kampung Nelayan Indah, Belawan. Seorang bayi buah hati suami isteri di kampung itu, ditemukan bertubuh keras bak kayu. Abdul Aziz (foto), bayi enam bulan itu, anak kedua pasangan Zainal Abidin Saragih (37) dan…

  2. erick said

    Tega banget para dokter itu gak lgsng menangani bayi mungil itu,hanya krna bayi itu pasien jamkesmas.dasar para dokter uang

  3. tuk kluarga@ sabar dan tabah semua itu ujian ALLAH, mungkin semua itu ada hikmah@…..

  4. Cobaan Tuhan…kita cuma bis berharap yg terbaik..

    Laptop Murah

  5. 4sudut said

    Pastilah…bahwa ada Rahasia Allah dibalik ini semua……

    KLICK DISINI “KUMPULAN SMS UCAPAN HARI RAYA IEDUL FITRI

  6. infoGue said

    hai salam kenal artikelmu udah ada di

    http://sumatera.infogue.com/_medan_heboh_bayi_badan_kayu_warga_bacakan_al_quran

    gabung yuk n promosikan artikelmu di infoGue.com. Salam ^_^

  7. rendi95 said

    inallillah

  8. HasruL said

    Subhanallah….

  9. ..semoga orang2 kaya (kaya harta, kaya hati) mau melihat, mendengar akan kasus diatas dan menjadi cermin bagi kehidupan mereka…biarlah yang miskin menderita didunia tapi InsyaAllah akan diganti oleh Allah di surga yang tiada bandingnya dengan dunia yang kecil ini..

  10. Ocha Rahamitu said

    emm… apa itu karena dikasih makan terlalu dini yak? tapi ya kasian juga ya… my deep condolence buat keluarganya.. kasian masih bayi

  11. Na’udzubillahi min dzalik

  12. Dangstars said

    Terimakasih telah berbagi

  13. semoga Allah memberikan kesabaran kepada orang yang mendapatkan ujian.

    http://www.belajarbhsarab.wordpress.com

  14. setiap kejadian dimuka bumi ada pelajaran bagi orang yang berfikir.

  15. yudiasik said

    Innalilah Wainailaihi Roji’un, semoga orang tuanya tabah dalam menghadapi musibah ini.Amiin.

  16. kasio said

    maha suci Allah

  17. kasian.. trus sekarang gimana kabar lanjutnya?

  18. omiyan said

    kenapa ya kalau orang miskin selalu tealt dalam penanganan….duh padahal mereka yang bekerja di RS bisa kerja karena uang rakyat (pajak) tapi imbal baliknya seperti itu, semoga kasus ini tidak terjadi ditempat lainnya

  19. Salam Merdeka Juragan..
    Sekali Merdeka tetap Merdeka..
    Merdeka Untuk Selama-lamanya
    Jayalah Bangsaku..

    http://celotehanakbangsa.wordpress.com/2009/08/16/bangsaku-indonesia-namanya-bangsamu-apa-namanya/

  20. sesamaislam said

    Mungkin ada cerita sebaliknya sehingga bayi itu jadi begitu…

    http://jutawanklik.com?a_aid=f7ff7bd5

  21. ryan said

    aq turut berduka…..
    memang untuk kebanyakan, yang kaya sangat sulit untuk melihat kebawah…

    mudah2an akan berubah…..

  22. wahyu am said

    Subhanallah

  23. Allahuakbar…
    _______________________________________________________
    http://WWW.KENALANYUK.COM <== facebook buatan INDONESIAA ASLIIII!!! AYOOO GABUNG!!!!

  24. pinokio said

    tutut berduka cita, semoga kelak di akhirat menjadi penolong orang tuanya. amin

  25. whyaeff888 said

    Kasihan, masih bayi pula…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: