aiCobain

Kapolsek Takut, Harap PM Turun Tangan

Posted by Tengku Fahri pada 26 Agustus 2009

BINJAI – Keresahan warga Lingkungan XII, Jalan Gunung Bendahara, Kelurahan Binjai Estate, Binjai Selatan, tampaknya akan terus berlanjut. Bagaimana tidak, warga yang resah dengan keberadaan warung kopi dijadikan tempat judi, tidak mampu ditertibkan polisi setempat. Apa pasal?

Ternyata, para penjudi yang berkunjung di warung itu, didominasi aparat. Karena itupula, Kapolsek Binjai Selatan, AKP DJ Naibaho, enggan menertibkannya. Alasannya, tak ingin bersinggungan antar institusi pemerintah.

Untuk menertibkan tempat judi itu, perwira tiga balok emas ini mengharapkan peran dari Polisi Militer (PM). Dia berharap PM turun tangan. “Kita memang ada mendengar informasi dari masyarakat terkait lokasi judi itu. Namun, dalam hal ini, kita masih menghormati koridor yang ada. Kita telah menghimbau, namun tetap tidak digubris. Makanya kita juga mengharapkan Polisi Militer yang melakukan penertiban terhadap tempat judi itu,” beber Naibaho.

Warga yang resah bercerita pada POSMETRO MEDAN, kemarin (24/8). Celoteh – celoteh warga pun terangkum seperti ini. “Kami mau kampung ini aman dari bentuk perbuatan judi, apalagi ini kan bulan suci Ramadhan. Masak ada tempat judi dibiarkan.

Terus terang, mata kami sakit kalo melintasi warung itu. Kebanyakan, yang main di situ bapak-bapak aparat. Jadi orang kampung sini semakin resah. Pemilik warung sudah diingatkan, tapi ya gitu itu, tetap aja ada yang main judi di warung itu. Apalagi kalo sudah sore, banyak kali kereta yang parkir. Kami mohon agar pihak penegak hukum dapat memberikan kenyamanan di kampung kami dari permainan judi, khususnya di warung itu.” Begitu keluhan warga.

Kepala Lingkungan XII, Kelurahan Binjai Estate, Binjai Selatan, Ponijan, mengaku sudah pernah menghimbau kepada pemilik warung. Tapi himbauan itu tetap tak digubris pemilik warung yang bernama Atik.

“Sudah pernah kita himbau kepada pemilik warung untuk tidak menyediakan fasilitas lapak judi, tapi tetap tidak digubris karena yang main judi disitu ya sudah tau sendirilah siapa (aparat). Namun saya bilang kepada masyarakat untuk tidak gegabah melakukan tindakan. Makanya, rencananya akan kita surati pemilik warung, di mana dalam surat itu akan dibubuhi tanda tangan masyarakat yang keberatan dengan perjudian di warung kopi itu,” ujar Ponijan.

Informasi dari warga setempat, permainan judi di warung itu dimulai pukul 16.00 Wib hingga larut malam. Yang membuat resah, bukan hanya perjudian di warung itu, tetapi juga suara berisik dari penjudi, terutama bagi warga yang menjalankan ibadah Sholat Tarawih, karena lokasinya tak jauh dari mesjid.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: