aiCobain

10 Bahasa yang paling sedikit orang tahu

Posted by Tengku Fahri pada 27 Agustus 2009

10.Chamicuro

Sepanjang sejarah, di dunia,hanya ada 8 orang yang berbicara Chamicuro, menurut suatu studi pada tahun 2008. Bahasa ini kebanyakan dipakai untuk percakapan Negara Peru dan dianggap sebagai bahasa yang kritis dan membahayakan, kebanyakan orang yang berbicara bahasa chamuciro adalah orang yang sudah tua. Tidak ada anak-anak yang berbicara Chamicuro sebab mereka menyesuaikan diri dengan bahasa Spanyol. Bagaimanapun, mereka yang berbicara bahasa chamicuro bisa membuat suatu kamus dari terminologi mereka. contoh bahasa chamicuro: waka(sapi),katujkana(monyet),dll

9.Dumi

Dumi, suatu bahasa Negeri Nepal pada umumnya digunakan dalam percakapan di daerah dekat Tap and Rava Rivers. yaitu di pegunungan Khotang District, yang terletak di Negeri Nepal bagian timur. Bahasa Dumi merupakan suatu Bahasa Kiranti, Artinya bahwa bahasa ini merupakan bagian dari Bahasa Keluarga Tibeto-Burman. Dengan hanya 8 orang-orang[yang menggunakan bahasa ini pada tahun 2007, bahasa ini dianggap sebagai dengan kritis membahayakan. Informasi tentang Bahasa Dumi telah dikumpulkan, dan di sana ada suatu kamus yang tersedia. Ada juga banyak buku menulis tentang bahasa Dumi yaitu tentang “the language’s grammar and syntax”


8.Ongota

Dalam tahun 2008, Bahasa Ongota hanya 6 penutur asli yang mengetahui dan menggunakan bahasa itu, kesemuanya adalah orang-orang tua. Ini membuat bahasa Ongota kritis dan membahayakan. Bagaimanapun, tidak sama dengan kebanyakan bahasa yang sedang menghilang, ada suatu profesor pada Addis Ababa Universitas di Etiopia yang belajar Ongota. Dia menyimpulkan bahwa bahasa ini mengikuti suatu struktur pokok, obyek, dan katakerja. Ongota disebut suatu Bahasa Afro-Asiatic.

7.Liki

Liki adalah suatu bahasa yang digunakan dalam percakapan mulai dari pantai Sarmi utara, Kabupaten Jayapura, dan Kecamatan Sarmi, pulau dekat Indonesia. Pada tahun 2007, suatu studi menunjukkan bahwa hanya 5 orang yang menggunakan bahasa itu. Di masa lalu, bahasa ini merupakan bahasa percakapan untuk pejabat gereja lokal yang tinggal di daerah itu. Bahasa ini tidak hanya mempunyai satu asal, karena itu bahasa ini dikatakan Austronesian, Melayu-Polinesia, Central-Eastern, Ketimuran Guinea Melayu-Polinesia, Oceanic, Western Oceanic, North New Guinea, Sarmi-Jayapura Bay, dan Sarmi.

6.Tanema

Di pulau Solomon, Bahasa Tanema pernah digunakan di suatu tempat Pulau Vanikolo, Provinsi Temotu dan di Desa Emua . Tercatat, hanya 4 orang yang menggunakan bahasa ini, menurut suatu 2008 menyelenggarakan studi. Tanema adalah Austronesian Seperti halnya Melayu-Polinesia, Central-Eastern, dan Oceanic. Banyak dari mereka yang sekali ketika berbicara Tanema sudah beradaptasi dan sudah memulai untuk berbicara baik bahasa Pijin maupun bahasa Teanu, Kedua-Duanya adalah bahasa yang sangat populer di dalam daerah itu

5.Njerep
Njerep adalah suatu Bahasa Bantoid di Nigeria. Bahasa ini pernah menjadi bahasa Kamerun tetapi itu tidak lama. Sekarang bahasa paling umum berbicara dekat Mambila [itu]. Hari ini, bahasa telah digantikan oleh bahasa Mambila seperti Ba Dan Mvop. menurut suatu studi pada tahun 2007 hanya ada 4 orang yang masih berbicara Njerep, maka dalam beberapa berabad-abad bahasa akan lebih dari mungkin padam.

4. Chemehuevi

Chemehuevi, suatu Uto-Aztecan, sebelah utara Uto-Aztecan, Numic, Bahasa Selatan yang sebagian besar berbicara dalam midwest USA seperti halnya pada western coast. Kamu bisa mendengar bahasa itu di Ute, Colorado, Selatan Paiute, Utah, Arizona utara, Selatan bagian dari Nevada, dan di dalam Sungai Colorado, California. Suku bangsa Chemehuevi masih tersisa dan sedang tumbuh subur, jumlah orang yang berbicara bahasa hanya 3 orang-orang yang kesemuanya adalah orang dewasa


3. Lemerig

digunakan di Vanuatu, suatu pulau di selatan Lautan Pasifik sekitar 1,000 mil ke timur Australia, Austria utara, bahasa ini digunakan juga di Vanua Lava Island. Hanya ada 2 orang yang menguasai bahasa ini. Lemerig terdiri dari sedikitnya empat berbagai dialek berbeda

2. Kaixana

Kaixana adalah salah satu dari banyak bahasa yang kritis. Bahasa ini pernah menjadi bahasa suatu desa dekat Sungai Japura, yang terletak di Brazil. Dari waktu ke waktu, Penetapan Bahasa Portugis mengambil alih bahasa di area itu. Dahulu, hampir 200 orang dapat berbicara bahasa tersebut . Tetapi, suatu studi pada tahun 2006 menunjukkan bahwa hanya seseorang masih berbicara Kaixana

1. Taushiro

Taushiro, suatu bahasa asli dari Negara Peru, tepatnya di daerah Sungai Tigre, Sungai Aucayacu, yang mana adalah suatu anak sungai Sungai Ahuaruna. Bahasa ini dikenal sebagai suatu bahasa mengisolasikan, yang mana itu berarti bahasa ini tidak punya hubungan yang dapat dibuktikan dengan bahasa lain. Mereka yang berbicara bahasa ini pada umumnya hanya “ satu” . Di dalam , suatu studi 2008 menyimpulkan bahwa hanya seseorang berbicara bahasa ini dengan dengan fasih.

sumber

6 Tanggapan to “10 Bahasa yang paling sedikit orang tahu”

  1. Kalo satu orang yang bisa, dia ngomong ngasal terus bilang bahasa itu juga orang pada percaya

    wekekekk

  2. omiyan said

    dikita juga banyak apalagi pas jamannya film dono banyak banget tuh bahasa aneh heheheh

  3. kalo satu orang doang yang fasih, itu sih dianya aja yang bikin bahasa sendiri

  4. HasruL said

    Wah aku enggak tau bahasa yang diatas satupun…

    Tapi Istimewa, jika negara kita memang punya Barbagai bahasa…
    Bhineka tunggal Ika.

  5. ian said

    wow, kok bisa nemu artikel menarik kek gini ya?

    gag nyangka indonesia punya satu diantaranya, bahasa Liki🙂

  6. muslimafif said

    Di sinilah uniknya al-Qur’an yang yang diturunkan dengan berbahasa Arab. Bahasa Arab tidak akan pernah hilang dari muka bumi. Buktinya al-Qur’an yang kita baca hari ini tak jauh berbeda dengan yang dibaca oleh Nabi Muhammad SAW. Padahal relatif waktunya sudah sangat-sangat lama, lebih kurang 15 abad yang lalu. Berbeda dengan 10 bahasa yang disebutkan tadi, mungkin akan punah seiring dengan berjalannya masa. Seperti punahnya bahasa Siryani bagi Taurat dan Zabur yang asli, dan Ibrani bagi Injil yang asli. atas dasar inilah al-Qur’an masih original, karena belum masuk unsur pikiran manusia di dalamnya. Sementara Taurat, Zabur, dan Injil sudah masuk unsur pikiran manusia, buktinya sudah diterjemah ke dalam pelbagai bahasa di dunia. sekali lagi Islam unggul antara lain dengan al-Qur’annya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: