aiCobain

Caleg Terpilih PDIP Binjai Dipaksa Akui Ijazah Palsu

Posted by Tengku Fahri pada 27 Agustus 2009

CALEG (calon legislatif) terpilih PDIP, Mariono


BINJAI-caleg (calon legislatif) terpilih PDIP, Mariono (42), kemarin (26/8) mendatangi kantor KPUD Binjai. Warga Jalan Dr Wahidin, Kelurahan Sumber Mulyo Rejo, Binjai Timur, ini mengadukan intimidasi yang diterimanya dari pria yang mengaku polisi dari Sat Intel Polresta Binjai.

Kedatangan Mariono yang didampingi istrinya, Sariah (38), ingin menjelaskan kepada Ketua KPUD Binjai, Agus Santoso SH MH, dirinya didatangi pria mengaku polisi. Pria itu menuding dirinya menggunakan ijazah palsu dalam proses pencalonan. ia diminta untuk menemui pimpinan partainya yang telah menunggu di kantor PDIP Binjai.

Merasa curiga dengan kehadiran pria itu, Mariono meminta untuk dipertemukan dengan Kasat Intel Polresta Binjai. Lalu, pria yang mengaku polisi itu membawanya ke warung Mbak Moel, Jalan Gatot Subroto, Kelurahan Bandar Senembah, Binjai Barat. Di sana, Mariono bertemu dengan Iptu Y.

Di warung itu, lanjut Mariono yang bercerita pada POSMETRO MEDAN, dirinya dipaksa mengakui telah menggunakan ijazah palsu untuk menjadi Caleg. Kepada Mariono, Iptu Y mengaku telah memeriksa ke sekolah tempat Mariono mengecap pendidikan.

Namun hal itu ditampik Mariono. Ia bersikeras tidak mau menuruti permintaan oknum mengaku polisi itu. “Kalau saya menggunakan ijazah palsu, berarti saya telah menipu orang – orang yang mendukung saya. Dalam masalah ini, apabila saya mempergunakan ijazah palsu, tentu Ketua KPU Binjai juga terlibat. Sementara saya tidak pernah merasa mengutak-atik ijazah hanya untuk menjadi Caleg. Saya juga menyadari, jika saya terpilih atas keinginan masyarakat yang berharap perubahan di Kota Binjai nantinya, setelah saya dilantik sebagai anggota Legislatif DPRD Kota Binjai. Untuk itu saya sangat menyesalkan oknum yang menjual nama institusi kepolisian tanpa surat penugasan dan memeriksa saya tanpa prosedur,” urai Mariono yang menduga, oknum polisi itu mendapat perintah dari saingan politiknya.

Menanggapi hal itu, Ketua KPUD Binjai, Agus Susanto SH MH, menyebutkan, jika oknum itu memang benar anggota polisi, mereka telah menyalahi prosedur dalam pemeriksaan. Karena, lanjutnya, setiap melakukan pemeriksaan tentu dibekali dengan surat tugas. Apa yang dilakukan oknum polisi itu telah melanggar UU sesuai dengan KUHAP Bab V tentang penangkapan, penahanan, penggeledahan badan, pemasukan rumah, penyitaan dan pemeriksaan surat.

“Pemeriksaan terhadap bentuk apapun yang diduga melakukan pelanggaran seperti yang terjadi terhadap Caleg PDIP Binjai Timur itu, yang diduga telah melakukan tindakan pidana melawan hukum, karena segala sesuatunya harus sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam KUHAP. Apabila penyelidikan dan penyidikan oknum polisi tanpa memiliki surat perintah artinya berada diluar ketentuan, hingga dapat diberikan sanksi kepada oknum tersebut yang dirasa telah merusak citra kepolisian. Oknum itu juga dapat diprapidkan atau dipra-peradilan,” pungkas Susanto.

Terpisah, Kasat Intel Polresta Binjai, AKP Zulkarnain Sinulingga mengaku akan segera mengecek persoalan yang mencoreng institusinya. “Terimakasih telah menyampaikan hal itu. Kita akan segera melakukan pengecekan terhadap anggota terkait adanya informasi tersebut,” janjinya.

sumber

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: